"Munculnya Cahaya Masa Depan, Tenyata dari Baznas Kabupaten Tulungagung "
"Mimpi adalah Bukti"
Selama ini yang kita tahu ddan di pikiran kita kesuksesan di awali dengan mimpi namun bisa di bayangkan alangkah banyaknya kunci yang kita punya jika kita hanya bermimpi saja padahal kita hidup bukan hanya untuk mimpi yang kemudian cuma berharap saja untuk bisa kita gunakan untuk membuka pintu gerbang masa depanvmenuju kesuksesan, padahal kalau ada orang sukses pasti mengalami jatuh bangun juga, namun ini yang terjadi karena yang kita ketahui adalah kesuksesanya bukan dulu saat berjuang mungkin saja seandainya jika dulu orang yang kita lihat sukses sekarang ini tidak berhasil kala itu, mungkin kita tidak akan mengenalnya.
Kesuksesan seseorang tidak di ukur dari jumlah angka yang dimiliki melainkan dari perubahan yang terjadi setiap hari mengalami peningktan. maka dari itu orang harus membuktikan mimpinya, semakin kita membuktikan sebuah mimpi semakin dan terus semangat dalam perjalanan untuk memperjuangkan mimpi maka hasilnya-pun akan sesuai dengan yang kita impikan.
Jika mimpi adalah kunci dan tidak dibuktikan pastinya kita hanya akan bermimpi terus bahkan seratus kali, lau apa yang terjadi? dan itu pasti kalau kelak tak ada yang tercapai, karena banyaknya mimpi(keinginan) yang kita lakukan tak lepas dari kodrat kita sebagai manusia yang tak pernah puas akan sesuatu dan itu karena kita mempunyai nafsu(keinginan) yang tak akan ada habisnya, seandainya bermimpi ingin menjadi polisi, guru, dokter atau pilot, Apa yang terjadi apa bisa kita raih bersama-sama sekaligus jika kita hanya memiliki kunci karena telah bermimpi, tanpa adanya bukti itu mustahil kita capai semua. Yang terpenting dari sebuah mimpi adalah bukti, qkita bermimpi kalau tidak kita buktikan dengan tindakanmaka akan sia-sia.
Semua orang tidak ada yang tidak pernah bermimpi, bahkan orang yang sekarang menjadi pengangguran ataupun apalah itu pasti pernah atau mempunyai keinginan dan harapan namun jika itu hanya di impikan tidak di buktikan maka itulah yang terjadi di mereka.
Pengalaman tentang mimpi butuh bukti ini pernah saya alami saat saya sekolah SMA, masa dimana manusian berusia baru gede atau dewasa yang mana harus bisa dan berani memutuskan untuk meraih mimpinya karena sudah saatnya untuk berfikir dewasa berani bertanggung jawab.
Pada saat itu dan mungkin ini adalah pengalaman pertama dalam hidupku karena harus memutuskan keputusan dari dalam diri sendiri tanpa campur tangan orang lain. saat itu yang kita tahu kalau masih kecil kendali pada diri kita pasti di pegang orang tua, kenapa orang tua?, jelas sekali karena orang tua lebih berfikir secara matang karena telah mengalami sebelumnya, oleh sebab itu saya menyimpulkan di masa sma adalah masa dimana kita harus berani memutuskan tentuntunya dengan pertimbangan-pertimbangab yang di matangkan.
saat itu singkat cerita, masa masa-masa akhir sekolah SMA-pun berlalu keputusan yang ku ambil adalah untuk melanjutkan untuk kuliah belun untuk memutuskan bekerja,. dan 1mungkin itu yang terbaik kala itu karena yang kuhadapi adalah pilihan yang sebenarnya sulit untuk akau putuskan, karena di mana di hadapkan kala itu ibu yang melahirkanku 22 tahun yang lalu yang saat ini telah meninggalkanku untuk selamanya saat itu sedang sakit kurang lebih sudah 8 tahun,
dalam hati kecil ingin rasanya kuoiah tapi yang aku ketahui kondisi ekonomi dari orang tua belum mampu namun saat itu ayah saya seorang inisiator yang hebat dan mengutamakan pendidikan demi pendididkan dia rela mengekuarkan tabungannya hingga habis kemudian untang untauk anaknya. Dana ayah rela bekerja darivoadi hingga petang hingga demi anaknya menempuh pendidikan, ibarat kata rela semua hartanya habis demi anaknya bisa menjadi anak yang berpendidikan.
Sebenarnya saat itu mengenanai kenapa saya memutuskan untuk kuliah kenapa enggak kerja, mungkin sebagian orang jika di posisiku memilih untuk bekerja dengan dalih karena dengan bekerja bisa meringankan beban orang tua, namun saat itu saya memutuskan untuk kuliah karena memang dari hati yang terdalam ingin sekali rasanya untuk meneruskan ke Perguruan tinggi, namun karena di rasakan itu sulit dan berat saya mencoba dengan menggunakan cara agar saya kuliah namun dengan tidak memberatkan orang tua dengan kata lain kalaubtidak dengan berkerja sambil kuliah maka mendapat beasiswa untuk bisa kuliah.
satu hal lagi tentang cara menyambung masa depan yang cerah jika saya memutuskan ubtuk ke Perguruan tinggi saya tidak bisa melanjutkan ketempat yang jauh dari orang tua, karenanya saya adalah anak ke 3 dari 3 bersaudara dan semua kakak saya sudah berkeluarga sendiri-sendiri secara otomatis saya lah yang menemani dan menjaga orang tua saya.
Secerca harapan-Pun muncul seperti cahaya yang terlihat ketika berada di dalam sebuah lorong yang gelap., mimpi saya untuk kuliah pun semakin besar tatkala saya menemukan jalan untuk di tempuh saat itu, dari seorang teman yang kemudian sekarang sudah saya anggap sebagai saudara saya sendiri karena berkat beliau juga saya bisa fdi posisi saat ini, karena dulu kita mempunyai mimpi yang sama dan dari mimpi tersebut telah buktikan bahwa dengan berjuang dan tawakal maka akan terwujudlah dari mimpi tersebu.
Sosok tersebut adalah sahabat mujawadin beliau adalah salah seorang yang aku kagumi karena apa yang belia lakukan bisa dikatakan tidak ada yang mendatangkan sebuah ilmu. sampai sekarang-Pun saya masih belajar banyak sekali bersama dengan dia di hati kecil saya berharap semoga akan ada sosok-sosok yang baru seperti beliau dan saya pun ingin sepertinya, dan kalau untuk membahas lebih jauh lagi mengenai beliau akan saya buatkan tulisan mengenai-Nya.
Cahaya yang muncul kala itu dapat saya temukan dari BAZNAS Kabupaten Tulungagung karena momont yang ada sangat berketepatan sekali dengan kelulusan.
Baznas kabupaten Tulungagung mengadakan progam beasisiwa untuk pertama kalinya di Kabupaten Tulungagung dan alkhamdulillah saya termasuk dari orang yang beruntung mendapatkan kesempatan ini, sangat bersyukur sekali karena termasuk dalam mahasiswa yang mendapatkan beasiswa tersebut.
BAZNAS kKabupaten Tulungagung adalah sebagai tempat dimana penyambung dan jembatan masa depan ku yang mungkin sekarang saya-Pun juga belum tahu, bagaimana wujudnya masa depanku kelak, tapi saya sangat optimis dan berdoa semoga masa depanku menjadi orang sukses di dunia dan di akhirat. kemudian dari pada itu saya bersyukur sekali menjadi bagian dari keluarga baznas kabupaten Tulungagung karena dari baznas ini saya belajar banyak sekali mungkin dari progam-progam yang ada di baznas atau dengan bisa bertemu dengan orang-orang yang hebat walaupun hanya cukup dengan melihat dan saya juga selalu mengamati dari semua yang ada di baznas mereka adalah orang-orang pilihan yang mendapatkan amanah untuk mengelola zakat di sekitar kabupaten Tulungagung, saya sangat bahagia.
Tercapainya mimpiku untuk kuliah ini menjadikan saya agar terus lrbih semangat dan harus bisa membuktukan mimpi-mimpi selanjutnya dan mungkin ini masih awal gerbang yang terbuka dan demi mewujudkan mimpi-mimpi selanjutnya saya harus siap untuk kembali membuktikan lagi kalau ini benar-benar mimpiku yang harus ku perjuangkan ada istilah Jawa itak atik mantep yaitu "Ngipi kui butuh bukti, ora butoh lek mung lathi " yang artinya mimpi yang kamu miliki lakukan dengan tindakan karena mimpi tidak akan terwujud jika hanya berbicara.
Keren. Mantap.
BalasHapusJos mas
BalasHapus